Review Chromebook, Laptop Ringan dan Gesit

Review Chromebook, Laptop Ringan dan Gesit

Salah satu varian laptop yang sebenarnya sudah lama beredar, kali ini saya ingin sedikit mengulas tentang Chromebook. Ya, laptop yang khas dengan sistem operasi chrome di dalamnya. Jadi bagaimana rasanya menggunakan chromebook ? berikut ini review chromebook berdasarkan pengalaman pribadi.

Laptop Murah ala Chromebook

Alasan pertama saya membeli laptop chromebook ini, karena harganya murah. Di bandingkan dengan laptop lain dengan sistem dari windows misalnya, rasanya hampir tidak ada yang setara harga chromebook ini. Oh iya, chromebook yang saya beli adalah chromebook besutan hp dengan tipe Hp Chromebook 11 G8. Harganya sekitar 2,5 jutaan. Harga yang cukup murah dan sangat murah mungkin jika di bandingkan dengan laptop yang memiliki spesifikasi serupa namun menjalankan sistem operasi Windows.

Sebenarnya, ada beberapa jenis varian chromebook lain yang harga nya hampir sama, seperti samsung chromebook 4 misalnya. Tapi saya memiliki pengalaman yang cukup baik dengan merk hp di laptop saya yang sebelumnya. Ya laptop merk hp saya rasa adalah laptop yang lebih kuat dan tahan banting dibandingkan dengan laptop merk lain. Satu-satunya alasan saya ganti laptop adalah rusak karena gara-gara jatuh dari motor.

Kembali ke chromebook, selain di harga 2 jutaan, sebenarnya chromebook juga hadir di level menengah dengan harga 5 jutaan lebih. Bedanya, tentu karena hardware yang tertanam memiliki kualitas yang jauh lebih unggul seperti prosesor, RAM, dan media penyimpanan. Beberapa chromebook sudah memiliki dukungan layar sentuh.


Review Chromebook yang terasa Wus, wus, wuuuussss…

Chromebook membenamkan sistem operasi yang sangat ringan. Chrome OS memiliki karakteristik seperti android, dengan sentuhan antar muka berbasis web chrome dan sentuhan penyimpanan cloud. Hasilnya ? maka hadirlah sebuah laptop dengan kecepatan yang luar biasa.

Oke, sebagai perbandingan, saya rasa pengguna windows dengan spesifikasi yang sama, tidak akan merasakan sensasi kecepatan yang serupa atau mungkin mendekatinya pun, entahlah. Ya memang untuk menghadirkan kecepatan seperti ini, chromebook harus “mengorbankan” beberapa fitur yang akan terasa bagi pengguna yang biasa menggunakan windows. Tapi, bagi saya pribadi dan pengguna yang memang untuk hanya bekerja kantoran biasa, ini sudah lebih dari cukup.

Dukungan aplikasi tersedia di play store (Iya, Play Store seperti yang di Android itu..), atau aplikasi ekstensi browser chrome. Masalahnya memang tidak semua aplikasi android bisa berjalan di chromebook, ya mungkin masih dalam tahap pengembangan kompabilitasnya saja.

It,s LINUX

Terus bagaimana dong kalau kita ingin menjalankan aplikasi desktop ? Nah, ini salah satu kelebihan chromebook yang sangat saya suka. Chromebook memiliki dukungan untuk menjalankan sistem dual OS, yaitu dengan linux. Hmm, saya tidak yakin dengan menyebutnya sebagai dual boot atau sistem virtual machine, karena kedua sistem operasi ini benar-benar berjalan berbarengan. Sebagai contoh, ketika saya sedang menulis artikel ini, terminal linux saya juga sedang berjalan untuk melakukan install aplikasi linux.

Artinya, kita bisa menginstall dan mengoperasikan aplikasi desktop yang berbasis linux. Jangan lupa, linux dan berbagai aplikasinya adalah open source, sehingga kita bisa terhindar dari pembajakan aplikasi. Oh iya, linux yang berjalan di chromebook saya adalah debian 11 atau Bullseye.

Satu hal lagi yang mesti di antisipasi oleh kalian yang berminat dengan chromebook ini adalah konektivitas internet. Sekali lagi, chromebook mendorong pengalaman komputer berbasis cloud, artinya fungsi maksimal hanya bisa dirasakan ketika terhubung ke internet.

Oh iya, alih-alih kita memandang sistem cloud ini sebagai keterbatasan, mungkin seiring berkembangnya pemahaman kita, kita akan merasakan bahwa sistem cloud ini adalah sebuah keunggulan. Tentang kelebihan dan memaksimalkan bekerja dengan sistem cloud ini, nanti bisa di baca di link di bawah ini ya.

Kelebihan dan tips memaksimalkan kerja dengan sistem cloud


Pengalaman Baru Antar Muka khas Chromebook

Setiap sistem operasi memiliki karakter khas dalam User Interface tersendiri. Termasuk pada chromebook, sistem operasi ini membawa karakter khas dalam pengoperasiannya. Hal pertama yang menjadi perhatian pada review  chromebook ini adalah layout dari keyboard.

Keyboard pada chromebook berbeda dengan keyboard yang biasa kita temukan di sistem operasi windows. Misal seperti hilangnya tombol capslock, page down/up, delete, dan yang lainnya, termasuk tombol F1-F12.

Begitupun dengan touchpad yang menghilangkan fungsi klik kanan, serta gestur untuk melakukan scrolling. Klik kanan di gantikan dengan menekan touchpad oleh dua jari secara bersamaan. Sementara scroll bisa kita lakukan dengan menarik dua jari secara bersamaan pula.

Di sisi visual, kita akan terbiasa dengan tampilan awal logo chrome OS pada saat booting. Sementara itu, manajemen akun akan terintegrasi dengan akun google yang kita miliki. Selebihnya, kita akan terbiasa pula dengan aplikasi-aplikasi yang terdapat pada playstore dan aplikasi berbasis web browser.

Oh iya, jangan berharap ada aplikasi besutan Microsoft di chromebook. Berdasarkan informasi, telah 1 tahun lamanya microsoft telah menghentikan dukungan aplikasi pada chromebook. Bahkan sampai saat ini saya sendiri pun tidak bisa menginstal office, onedrive dan bahkan outlook. Semua aplikasi microsoft saya jalankan pada browser secara online.

Satu tips bagi kamu yang ingin memaksimalkan fungsi manajemen file, silahkan cari aplikasi manajemen file yang mendukung sistem penyimpanan cloud sebanyak mungkin. Memadukan berbagai penyimpanan cloud akan membuat penyimpanan terasa jauh lebih besar. Saya sendiri menggunakan aplikasi Astro, yang lainnya kamu bisa menggunakan cxExplorer atau yang lainnya.

Kesimpulan

Chromebook adalah varian laptop murah namun tidak murahan. Rasa skeptis saya terbayar dan berbalik menjadi rasa yang memuaskan setelah semua kebutuhan terpenuhi oleh laptop yang satu ini. Tentu saja, kebutuhan setiap orang yang berbeda-beda tidak bisa menjadi standar penilaian kualitas sebuah laptop. Akan tetapi, jika segmentasinya adalah untuk pelajar, saya rasa ini sudah lebih dari cukup. (Ingat ya, pelajar yang buat belajar.. bukan pelajar gaming..)

Secara khusus, bagi kamu yang sudah terbiasa dengan linux, chromebook bisa menjadi pilihan yang percobaan yang mengasyikan. Demikian review chromebook berdasarkan pengalaman pemakaian selama satu bulan ini.

 

 

Your email address will not be published. Required fields are marked *

div#stuning-header .dfd-stuning-header-bg-container {background-size: initial;background-position: top center;background-attachment: initial;background-repeat: initial;}#stuning-header div.page-title-inner {min-height: 650px;}#main-content .dfd-content-wrap {margin: 0px;} #main-content .dfd-content-wrap > article {padding: 0px;}@media only screen and (min-width: 1101px) {#layout.dfd-portfolio-loop > .row.full-width > .blog-section.no-sidebars,#layout.dfd-gallery-loop > .row.full-width > .blog-section.no-sidebars {padding: 0 0px;}#layout.dfd-portfolio-loop > .row.full-width > .blog-section.no-sidebars > #main-content > .dfd-content-wrap:first-child,#layout.dfd-gallery-loop > .row.full-width > .blog-section.no-sidebars > #main-content > .dfd-content-wrap:first-child {border-top: 0px solid transparent; border-bottom: 0px solid transparent;}#layout.dfd-portfolio-loop > .row.full-width #right-sidebar,#layout.dfd-gallery-loop > .row.full-width #right-sidebar {padding-top: 0px;padding-bottom: 0px;}#layout.dfd-portfolio-loop > .row.full-width > .blog-section.no-sidebars .sort-panel,#layout.dfd-gallery-loop > .row.full-width > .blog-section.no-sidebars .sort-panel {margin-left: -0px;margin-right: -0px;}}#layout .dfd-content-wrap.layout-side-image,#layout > .row.full-width .dfd-content-wrap.layout-side-image {margin-left: 0;margin-right: 0;}